PNS Diajak Teladani Rasul

Peringatan Maulid Nabi Muhammad marak digelar Masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Instansi Pemerintah Daerah tidak ketinggalan turut melaksanakan kegiatan Maulid dan berharap jajaran Pegawai Negeri Sipil bisa meneladani sifat dan akhlaq Rasulullah SAW.

Salah satu instansi yang melaksanakan peringatan Maulid adalah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) yang melaksanakannya melalui program kerja tahunan Tim Penggerak PKK unit instansi tersebut. Kepala Dishubkominfo Hulu Sungai Utara (HSU) H. Hamdani mengajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar bisa meneladani sikap dan akhlaq Nabi Muhammad sebagai tokoh panutan Kaum Muslimin dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari

“Kita melaksanakan peringatan Maulid ini dengan harapan bisa meneladani Rasullullah” Ujar Hamdani di Amuntai, Rabu (7/1).

Uraian mengenai keteladanan Nabi Muhammad lebih lanjut dipaparkan penceramah Ustadz Mugni dari Pondok Pesantren Ar Raudah Desa Pasar Senin Amuntai. Ustadz Mugni menyampaikan beberapa akhlaq Nabi Muhammad diantaranya cukup mudah diteladani, seperti kesederhanaan Nabi dalam berpakaian, Sholat berjama’ah, suka bersiwak (gosok gigi) dan mengenakan pewangi pakaian. Kebiasaan bersiwak dan memakai wangi-wangian terang Mugni hanya sebagian kecil akhlaq Nabi Muhammad namun faedahnya sangat besar bagi menunjang kesuksesan seseorang dalam kehidupan pekerjaan dan rumah tangga.

“Begitu pentingnya bersiwak, hampir-hampir Nabi mewajibkannya setiap ingin melaksanakan sholat lima waktu” katanya.

Ia menyampaikan, agar bisa meneladani Nabi Muhammad, terlebih dahulu menumbuhkan kecintaan kepada nabi, caranya dengan sering membaca sholawat.

sumber : Humas HSU – Edy

 

Fraksi DPRD Sampaikan Pandangannya

Amuntai – Rencana Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang pada tahun 2015 berencana akan menambah penyertaan modalnya pada Bank Kalsel, Bank Kalsel Syariah dan empat Bank Perkreditan Rakyat di HSU mendapat pertanyaan dari Fraksi DPRD HSU seperti yang diutarakan oleh Lisdawati saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi PKB pada Rapat Paripurna DPRD HSU dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi DPRD HSU terhadap 7 Raperda, Senin (29/12) siang di Ruang Rapat Paripurna DPRD HSU.

Dalam pandangan fraksinya Lisdawati yang sedang mengenakan jas merah maron mengharapkan keinginan pemda dalam menyertakan modal pada perbankan harus juga dibarengi dengan kajian atas kemampuan keuangan daerah. “Mampu atau tidak daerah menyertakan modal sebesar yang disampaikan” ujarnya

Sementara itu fraksi PPP dengan juru bicaranya Erika Yuni selain menyoroti dampak keuangan atas penyertaan modal juga menyoroti rancangan peraturan tentang perubahan ata peraturan tentang Dinas dan Instasi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Apakah perubahan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja serta Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan termasuk dalam perubahan SOTK yang sudah dilakukan pada peraturan daerah sebelumnya” tanyanya.

Selain itu ia juga mempertanyakan apa saja kontribusi perbankan yang akan diberikan penambahan modal daerah tersebut, selama ini menurut fraksinya tidak ada kontribusi yang sangat berarti kepada daerah dan bahkan lebih sedikit kalau dibandingakn dengan perbankan lainnya.

Sedangkan tiga fraksi lainnya menyambut baik kebijakan pemerintah mengajukan 7 raperda kepada DPRD HSU, dan berharap pengajuan ini dapat memberikan manfaat kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di HSU.

Sumber : Humas HSU – oellaH

HSU Belajar Manfaatkan Bahan Limbah

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara tertarik memanfaatkan bahan limbah dengan meningkatkan keterampilan dan kreativitas para perajin dan pelaku industri kecil dan menengah.

“Kita akan mencoba menjalin kerja sama dengan pengusaha yang berpengalaman membina perajin dalam pemanfaatan bahan limbah, pengemasan produk dan pemasaran produk IKM” Ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Anisah Rasyidah di Banyuwangi, Selasa (30/12).

Anisah mengatakan, keberhasilan perusahaan Pelangi Sari Group di Jawa Timur dalam memberdayakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) menarik minat pihak Dekranasda dan Dikuperindag HSU untuk belajar cara pengembangan sektor IKM dengab melibatkan pihak ketiga dari kalangan swasta atau pengusaha.

“Sementara ini belum ada pengusaha yang berkiprah secara langsung dalam membina dan memasarkan produk IKM padahal HSU banyak memiliki sektor IKM” jelas Anisah.

Bersama Kepala Bidang Industri Dinas kuperindag HSU, Anisah mengunjungi berbagai sektor usaha IKM yang mendapat pembinaan dan pemasaran Pelangi Sari Group di Kabupaten Banyuwangi. Anisah mengakui tertarik atas peran pengusaha memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para perajin dan pelaku IKM sehingga kreatif dan mandiri dalam memasarkan produk. Penguasaha juga membantu perajin memanfaatkan bahan limbah, pengemasan hingga pemasaran sehingga usahanya tetap eksis dan berkembang.

Rombongan Dekranasda dan Dikuperindag HSU total berjumlah lima orang melihati-lihat dapur pembuatan produl olahan kayu dan makanan hingga rest area grosir penjualan produk. Pimpinan Pelangi Sari Group Bambang Haryono menjelaskan pemerintah daerah perlu menggandeng penguasaha dalam membina dan memasarkan produk IKM. Banyak sektor IKM menjadi kurang berkembang karena terbentur pemasaran, sehingga keberadaan seorang pengusaha yang membantu memasarkan produk IKM akan sangat membantu keberlanjutan sebuah IKM. Namun, katanya lagi peran pengusaha atau sektor swasta ini tidak sekedar ikut membantu pemasaran namun juga membina dan melatih pelaku IKM agar semakin mandiri dan kreatif.

“Yang terpenting bagaimana membina perajin dan pelaku IKM agar mandiri dan lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sehingga produk IKM yang dihasilkan mampu bersaing dan dipasarkan keluar daerah” Terang Bambang.

Menurut Bambang, kreativitas perajin harus ditumbuhkan agar bisa memanfaatkan potensi yang ada didaerah, bahkan bisa memanfaatkan bahan baku dari limbah sehingga menjadi produk IKM yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Pelangi Sari Group, lanjutnya sudah membuktikan dengan mengolah bahan baku Kayu Asam, Akasia dan Trumbusi yang biasanya hanya dimanfaatkan masyarakat dijadikan kayu bakar namun setelah diolah para perajin menjadi produk IKM yang memiliki nilai jual tinggi sehingga meningkatkan pendapatan perajin dan pengusaha IKM. Ia menambahkan, kreativitas perajin dalam mengolah bahan baku yang ada disekitarnya akan mengurangi biaya produksi dan transportasi sehingga hasil jual produk yang dihasilkan semakin menambah pendapatannya. Bambang menilai, produk IKM lebih bernilai ekonomi apabila dipasarkan keluar daerah dibanding hanya dipasarkan ditingkat lokal. Karenanya ia menghimbau agar perajin meubel yang banyak beralih ke bahan aluminium agar kembali menekuni produk berbahan kayu karena produk aluminiun kurang mampu menebus pasar luar daerah dan ekspor.

“Saya melihat HSU memiliki sejumlah potensi bahan baku IKM yang khas sehingga memiliki peluang pangsa pasar yang luas seperi japang teratai hanya ada di HSU” tuturnya.

Bambang juga menekankan pentingnya pengemasan (packing) produk IKM dalam menembus pangsa pasar yang lebih luas.

Sumber : Humas HSU – Eddy.

Bupati HSU Terima Borneo Award

Banjarmasin – Sabtu (18/10) malam sekitar pukul 21.30 Wita kemarin, bersama 10 tokoh sukses lainnya Bupati HSU Drs. H.Abdul Wahid, HK. MM. M.Si menerima penghargaan Borneo Award 2014 kategori tokoh berbusana rapi serasi di Kalimantan Selatan (Kal_Sel). Penghargaan Borneo Award yang diberikan oleh Yayasan Mendulang Menggapai Dunia Gemilang ini diserahkan oleh Gubernur Kal-Sel H.Rudy Ariffin di Gedung Sultan Suriansyah.

Gelaran Borneo Award yang dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya ini merupakan gelaran kelima yang dilaksanakan yayasan tersebut. Selain itu acara yang juga menghadirkan Titi DJ sebagai bintang tamu spesial ini, juga menyajikan penampilan tari kreasi dari Sanggar Perpekindo Banjarmasin, serta dimeriahkan dengan suguhan peragaan busana bertemakan “Rose Sasirangan” yang menampilkan busana hasil karya desainer kondang asal Kalsel Kawang Yoedha.

Menurut Sekretaris Yayasan Mendulang Menggapai Dunia Gemilang Kawang Yoedha, dari lima kali melaksanakan gelaran Borneo Award, baru pertama kalinya penghargaan kepada para tokoh yang berbusana rapi serasi diberikan.

“Dari lima kali meggelar event ini, baru pertama kalinya kami memberikan penghargaan kepada tokoh yang berbusana rapi serasi, karena pertama kalinya yang diberikan hanya untuk para seniman dan budayawan” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penghargaan ini semata-mata bertujuan untuk memotivasi para seniman, budayawan dan tokoh masyarakat dalam membangun banua khususnya seni, budaya dan industri kreatif di Kal-Sel.

Gubernur Kal-Sel H. Rudy Arifin saat membuka Borneo Award menyatakan sangat menyambut baik terlaksananya event yang memberikan penghargaan kepada para seniman, budayawan dan tokoh di banua.

“Mari semua pihak membantu melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya daerah agar bisa terus berkembang ketingkat nasional dan internasional” ucapnya.

Bupati HSU yang saat menerima penghargaan mengenakan setelan jas itu tentunya sangat senang dan takjub, karena tidak menyadari bahwa penampilannya selama ini mendapat perhatian dan penilaian dari sebuah lembaga yang berkomitmen terhadap perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kal-Sel.

Ia berharap lembaga dan kegiatan semacam ini dapat terus mengembangkan dan memajukan budaya di daerah khususnya budaya Banjar. “Semoga kegiatan ini bisa mengembangkan dan memajukan budaya daerah” ujarnya.

Sedangkan Hj.Anisah Rasyidah Wahid, M.AP yang mendampingi sang suami Bupati HSU beserta Sekretaris Daerah H.Eddyan Noor Idur, M’Si. MMT, Asisten Bidang Administrasi dan Umum drg. H.Suyadi serta Kabag Humas Setda HSU Adi Lesmana, S.Sos. M.Si. tentunya selalu mendukung agar suami tercintanya terus berbusana rapi dan harus menjadi teladan bagi masyarakat dan khususnya bagi keluarga.

70 Desa HSU Pilih Langsung Kepala Desa

Pada tanggal 25 Nopember 2014 nanti sebanyak 70 desa di 10 kecamatan akan melaksanakan Pemilihan Langsung Kepala Desa secara serentak di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mengacu pada keputusan Bupati HSU nomor 538 Tahun 2014 tertanggal 26 September 2014 tentang Penetapan Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Serentak Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Adanya agenda pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) beberapa waktu lalu menjadi salah satu hal yang menyebabkan pemilihan kepala desa di HSU ditunda pelaksanaannya karena pemerintah daerah menghendaki pemilihan kepala desa tidak menggangu pelaksanaan pesta demokrasi pileg dan pilpres.

Terkait pendaftaran Calon Kepala Desa yang dijadwalkan dalam masa penjaringan dari tanggal 12 – 20 Oktober 2014, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) HSU Drs. Dwi Hadi Saputera mengatakan calon kepala desa di setiap desa yang melaksanakan dibatasi minimal dua orang dan minimal berijazah SLTP.

“Apabila sampai akhir masa penjaringan hanya ada satu orang, maka masa penjaringan kedua yang dilaksanakan hingga sembilan hari. Namun apabila masih saja tidak memenuhi ada, maka bupati akan menetapkan pejabat sementara kepala desa dari PNS Pemkab atau kecamatan” tegasnya.

Sementara itu lanjutnya, PNS yang berminat untuk menjadi kepala desa juga bisa mengajukan diri sebagai calon kepala desa. Dengan catatan sang calon harus mendapatkan izin dari atasan langsung dan biaya pelaksanaan pemilihan tersebut diambil dari alokasi dana desa sebesar Rp. 8 juta.

Untuk sekedar diketahui seorang kepala desa terpilih, nantinya akan menerima gaji sebesar Rp. 1,5 juta yang sumbernya berasal dari APBD yang dimasukan melalui ADD.