Bupati HSU Terima Borneo Award

Banjarmasin – Sabtu (18/10) malam sekitar pukul 21.30 Wita kemarin, bersama 10 tokoh sukses lainnya Bupati HSU Drs. H.Abdul Wahid, HK. MM. M.Si menerima penghargaan Borneo Award 2014 kategori tokoh berbusana rapi serasi di Kalimantan Selatan (Kal_Sel). Penghargaan Borneo Award yang diberikan oleh Yayasan Mendulang Menggapai Dunia Gemilang ini diserahkan oleh Gubernur Kal-Sel H.Rudy Ariffin di Gedung Sultan Suriansyah.

Gelaran Borneo Award yang dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya ini merupakan gelaran kelima yang dilaksanakan yayasan tersebut. Selain itu acara yang juga menghadirkan Titi DJ sebagai bintang tamu spesial ini, juga menyajikan penampilan tari kreasi dari Sanggar Perpekindo Banjarmasin, serta dimeriahkan dengan suguhan peragaan busana bertemakan “Rose Sasirangan” yang menampilkan busana hasil karya desainer kondang asal Kalsel Kawang Yoedha.

Menurut Sekretaris Yayasan Mendulang Menggapai Dunia Gemilang Kawang Yoedha, dari lima kali melaksanakan gelaran Borneo Award, baru pertama kalinya penghargaan kepada para tokoh yang berbusana rapi serasi diberikan.

“Dari lima kali meggelar event ini, baru pertama kalinya kami memberikan penghargaan kepada tokoh yang berbusana rapi serasi, karena pertama kalinya yang diberikan hanya untuk para seniman dan budayawan” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penghargaan ini semata-mata bertujuan untuk memotivasi para seniman, budayawan dan tokoh masyarakat dalam membangun banua khususnya seni, budaya dan industri kreatif di Kal-Sel.

Gubernur Kal-Sel H. Rudy Arifin saat membuka Borneo Award menyatakan sangat menyambut baik terlaksananya event yang memberikan penghargaan kepada para seniman, budayawan dan tokoh di banua.

“Mari semua pihak membantu melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya daerah agar bisa terus berkembang ketingkat nasional dan internasional” ucapnya.

Bupati HSU yang saat menerima penghargaan mengenakan setelan jas itu tentunya sangat senang dan takjub, karena tidak menyadari bahwa penampilannya selama ini mendapat perhatian dan penilaian dari sebuah lembaga yang berkomitmen terhadap perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kal-Sel.

Ia berharap lembaga dan kegiatan semacam ini dapat terus mengembangkan dan memajukan budaya di daerah khususnya budaya Banjar. “Semoga kegiatan ini bisa mengembangkan dan memajukan budaya daerah” ujarnya.

Sedangkan Hj.Anisah Rasyidah Wahid, M.AP yang mendampingi sang suami Bupati HSU beserta Sekretaris Daerah H.Eddyan Noor Idur, M’Si. MMT, Asisten Bidang Administrasi dan Umum drg. H.Suyadi serta Kabag Humas Setda HSU Adi Lesmana, S.Sos. M.Si. tentunya selalu mendukung agar suami tercintanya terus berbusana rapi dan harus menjadi teladan bagi masyarakat dan khususnya bagi keluarga.

70 Desa HSU Pilih Langsung Kepala Desa

Pada tanggal 25 Nopember 2014 nanti sebanyak 70 desa di 10 kecamatan akan melaksanakan Pemilihan Langsung Kepala Desa secara serentak di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mengacu pada keputusan Bupati HSU nomor 538 Tahun 2014 tertanggal 26 September 2014 tentang Penetapan Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Serentak Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Adanya agenda pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) beberapa waktu lalu menjadi salah satu hal yang menyebabkan pemilihan kepala desa di HSU ditunda pelaksanaannya karena pemerintah daerah menghendaki pemilihan kepala desa tidak menggangu pelaksanaan pesta demokrasi pileg dan pilpres.

Terkait pendaftaran Calon Kepala Desa yang dijadwalkan dalam masa penjaringan dari tanggal 12 – 20 Oktober 2014, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) HSU Drs. Dwi Hadi Saputera mengatakan calon kepala desa di setiap desa yang melaksanakan dibatasi minimal dua orang dan minimal berijazah SLTP.

“Apabila sampai akhir masa penjaringan hanya ada satu orang, maka masa penjaringan kedua yang dilaksanakan hingga sembilan hari. Namun apabila masih saja tidak memenuhi ada, maka bupati akan menetapkan pejabat sementara kepala desa dari PNS Pemkab atau kecamatan” tegasnya.

Sementara itu lanjutnya, PNS yang berminat untuk menjadi kepala desa juga bisa mengajukan diri sebagai calon kepala desa. Dengan catatan sang calon harus mendapatkan izin dari atasan langsung dan biaya pelaksanaan pemilihan tersebut diambil dari alokasi dana desa sebesar Rp. 8 juta.

Untuk sekedar diketahui seorang kepala desa terpilih, nantinya akan menerima gaji sebesar Rp. 1,5 juta yang sumbernya berasal dari APBD yang dimasukan melalui ADD.

Hulu Sungai Utara